Senyumlah

Assalamu’alaikum wr wb.

Salam Kebahagiaan..^^

Beberapa waktu yang lalu saya menjumpai seorang nenek tua renta, badannya kurus dan kulitnya sawo matang tersenyum tulus kepada saya. “Sungguh ramah nenek itu..” dalam hati saya berguman sendiri. Nenek itu berukuran badan kecil dan ternyata tiap pagi selalu berjalan kaki sendirian di daerah kampus saya, entah apa yang  beliau bawa setiap hari. Mungkinkah semacam barang untuk dijual?

Pagi itu saya memang olahraga pagi, rutinitas yang mulai saya jalankan akhir-akhir ini. Selain olahraga saya juga kadang sekalian beli sarapan. Bubur Ayam Pasundan sekitar kampus adalah salah satu menu favorit saya. Sebelum saya memasuki warung bubur ayam yang memang penjualnya juga asli orang sunda, nenek itu sekilas lewat di depan warung itu dan tersenyumlah nenek itu kepada saya. Seketika saya menjadi salah tingkah, bagaimana tidak saya tidak mengenalnya, boro-boro mau senyum, mau nyapa juga mikir dua kali. Saya pun refleks membalas senyuman itu. Nenek itu ternyata “hanya” bersikap ramah.

(sumber gambar: nasionalisrakyatmerdeka.wordpress.com)

Jujur, waktu nenek itu berlalu, saya menjadi malu sendiri karena saya tidak bisa setiap saat bersikap ramah dan menebar senyum tulus seperti nenek itu tadi malahan kalau tidak mood atau sedang galau bawaannya murung terus dan cemberut di depan orang lain.

Akhirnya senyuman nenek itu menyadarkan saya arti sebuah “kebahagiaan serta “ketulusan”. Akankah saya bisa seperti itu? Nenek itu sangat sederhana namun yang beliau lakukan adalah hal yang luar biasa. Sadarkah kita, jika kita melihat orang tersenyum maka hati kita akan ikut bahagia, apalagi jika senyuman itu memang datang dari hati.

Tidak peduli seperti apa paras orang yang tersenyum tulus pada kita karena senyuman bisa membuat wajah seolah menjadi lebih bercahaya dan terlihat “beda”. Benar kan? Cobalah hari ini, perhatikan beberapa wajah saudara kita yang tersenyum pasti hati kita akan ikut merasa “lain”. Namun kita seringkali menyepelekan hal ini. Alangkah egoisnya diri ini yang hanya ingin membahagiakan diri sendiri. Padahal hakekat bahagia itu adalah jika kita bisa “berbagi” dengan orang lain termasuk dengan senyum tulus kepada orang lain.

Memang sangat penting menjaga sikap ceria kita termasuk dalam urusan ramah kepada orang lain. Bahkan Fatimah Azzahra, putri Rasulullah, berkata bahwa “selalu berwajah ceria akan membawa seseorang masuk surga”. Orang yang ceria akan selalu diingat orang dan selalu dicari serta dirindukan kehadirannya.

Islam memang beri perhatian khusus mengenai senyuman. Ada sebuah hadist  berbunyi, “Senyum kalian bagi  saudaranya adalah sedekah” (HR Tirmizi dan Abu Dzar). Bahkan hadits yang lain menegaskan bahwa  “Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah” (HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi). Maka dari itu jangan pernah menyepelekan sebuah senyuman karena Rasulullah sendiri pernah berkata bahwa “Jangan meremehkan sedikit pun dari amal kebaikan, meski hanya sekadar bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri-seri (senyum)”.

So.. sudahkah anda tersenyum untuk orang lain hari ini?

Tersenyumlah kepada orang lain, tidak usah ragu, cukup tersenyum saja lagian juga gratis tis tis seumur hidup..hehe..

Sekian cerita kita hari ini. Semoga bermanfaat.

Salam Kebahagiaan..^^

Wassalam.

Oleh: Fauziah

NB: Mohon menjaga “orisinalitas'” tulisan ini. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yang “jujur”. Terima kasih.

Silahkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s