Bidadari-Bidadari Surga

Buku Tere Liye telah hadir sebagai warna baru. Buku ini menghadirkan tentang cerita keluarga kecil namun bahagia dan masa kecil yang penuh dengan perjuangan.

Mungkin beberapa orang menilai bahwa Tere Liye lebih banyak menceritakan tentang anak-anak. Namun saya berangggapan sedikit berbeda. Tere Liye lebih menekankan tentang hakikat kehidupan dengan berpikir sederhana tetapi justru meraih hasil yang luar biasa yang parameternya adalah akhirat.

Penulis mampu mengemas maksud pesan yang ingin dia sampaikan lewat sebuah cerita yang menarik. Model ceritanya juga unik dan membuat penasaran sekali membacanya.

Buku yang berjudul Bidadari-Bidadari Surga ini menonjolkan sisi tanggung jawab dan semangat yang besar untuk berfokus pada tujuan atau target hidup. Kita tidak akan menyangka bahwa Lais, sebagai pemeran utama ternyata di akhir cerita dideskripsikan sebagai orang yang serba kekukurangan dalam fisik. Namun hatinya sangat lembut sebagai wanita. Ini dia yang membuat saya juga tersentil, coba Anda perhatikan di media masa sekarang. Wanita dieksploitasi dengan menonjolkan kecantikan fisik dan seringkali melepaskan tentang pentingnya inner beauty. Buku ini hadir sebagai gebrakan baru! Maka bidadari yang dirindukan surga sesungguhnya karena cermin hati yang sangat menawan.

(sumber gambar: goodreads.com)

Selain itu, dalam buku ini juga menjelaskan pentingnya pendidikan dalam dua sisi. Formal dan informal, dua-duanya bisa berhasil tetapi memang tergantung orangnya, apakah mengenyam pendidikan untuk “kebanggaan” saja atau “nilai” lain dalam hidup ini. Pilih menjadi manusia berguna atau tidak? Berguna di lingkup diri sendiri, keluarga hingga masyarakat.

Tanggalkan rasa malas dan rajin bekerja sangat menonjol dalam novel ini. Selain itu, menurut Imam Ali as “Janganlah engkau malas. Sebab barangsiapa yang malas maka sesungguhnya dia tidak melaksanakan hak Allah”.

Novel ini menceritakan pula mengenai ketegaran hidup dan kesabaran yang tinggi. Tidak ada rasa emosi atas takdir Allah yang bersifat sudah dari lahir atau beberapa kejadian di hidup Lais seperti 3 kali gagal menikah. Novel ini ingin menghadirkan kita bahwa masalah pada hakikatnya hanya mengambil sedikit sekali dalam pikiran kita karena yang utama adalah berfokus pada solusi termasuk target hidup yang lainnya. Harapan yang luar biasa ini karena rasa syukur yang tinggi kepada Allah.

Banyak sekali sinetron di Indonesia yang ketika punya masalah atau musibah menangis-menangis lebay di hadapan Allah. Itu adalah didikan yang kurang baik walaupun tidak sepenuhnya mutlak salah. Namun yang disebut orang benar-benar bertakwa jika dalam susah dan sempit selalu memuji-Nya dan menerima kebaikan dengan bersyukur tetapi tidak bahagia berlebihan sedangkan menerima musibah tetap bersabar namun tidak sedih berkepanjangan. Hal ini seperti yang dipaparkan oleh Tere Liye.

Untuk lebih jelasnya silahkan membaca novel yang bagus dan edukatif ini. Saya sangat menyarankannya.

Oleh: Fauziah

NB: Mohon menjaga “orisinalitas’” tulisan ini. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yang “jujur”. Terima kasih.

Silahkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s