Semangat yang Menembus Langit

Jika seorang hamba dikaruniai semangat besar, maka dia akan berjalan di atas jalan keutamaan dan akan menaiki tangga derajat yang tinggi. Dan itu salah satu ciri Islam.

Semangat adalah pusat penggerak, yang membentuk kepribadian dan mengawasi organ-organ tubuh. Semangat merupakan bahan bakar jiwa dan kekuatan yang berkobar-kobar, yang akan menggerakkan pemiliknya untuk melompat cukup tinggi, dan memburu nilai-nilai kemuliaan. Semangat yang besar akan mendatangkan -dengan izin Allah- kebaikan yang tak terhingga. Karena dengan begitu Anda bisa naik pada tangga kesempurnaan, terhingga. Karena dengan begitu Anda bisa naik pada tangga kesempurnaan, urat nadi Anda teraliri dengan darah kesatria, dan Anda terdorong ke dalam wilayah ilmu dan amal. Semua orang melihat Anda berdiri di semua pintu kemuliaan, dan tangan Anda selalu terulur untuk hal-hal penting. Anda selalu terlibat dalam perburuan bersama mereka yang juga memburu nilai-nilai keutamaan, tidak pernah puas dengan tingkatan yang rendah, tidak pernah berhenti meski telah sampai batas dan tidak pernah puas dengan yang sedikit.

(sumber gambar: ceritateladan.com)

Dengan menghiasi diri semangat yang besar, semua cita-cita dan perbuatan-perbuatan yang tidak berharga akan tersingkirkan dengan sendirinya. Dengannya pula, pohon yang menghasilkan kehinaan dan kerendahan akan tercabut dengan sendirinya. Seseorang yang memiliki semangat besar dan jiwa yang tegar, tidak pernah gentar menghadapi keadaan yang bagaimanapun. Sedangkan orang yang kehilangan semangat akan mudah gentar dan dengan argumentasi yang lemah saja mulutnya sudah terkunci.

Tapi jangan salah, jangan mencampuradukkan semangat yang besar dengan kesombongan. Keduanya tidak sama, seperti langit yang mengandung hujan dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan. Semangat yang besar adalah mahkota di dalam hati seseorang yang merdeka. Dia selalu berusaha untuk mencapai kesucian dan menjadi lebih baik. Dengan semangat yang besar orang akan menyesali setiap kesempatan yang hilang untuk menjadi lebih baik. Dia selalu rindu dan haus untuk bisa mencapai tujuan dan target.

Semangat yang menyala-nyala adalah hiasam para pewaris nabi. Sedangkan kesombongan adalah virus yang menjangkiti para tiran yang keji.

Dengan semangat besar, orang akan terdorong ke derajat yang lebih tinggi. Sedangkan kesombongan akan menjatuhkannya ke jurang kehinaan. Wahai penuntut ilmu, tanamkan semangat besar dalam diri Anda, dan jangan berpaling darinya. Islam telah mengisyaratkan dalam masalah fiqhiyyah yang sering Anda temukan dalam hidup sehari-hari. Yaitu fiqhiyyah yang mengingatkan Anda agar memanfaatkannya dengan  sebaik-baiknya. Misalnya, tayammum itu dibolehkan bagi seseorang yang sedang kesulitan mendapatkan air dan tidak diharuskan membeli air untuk wudhu. Sebenarnya kasus seperti itu harus dipahami sebagai anugerah yang bisa didapatkan dari semangat yang menyala-nyala. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain dengan pola yang sama.

“Semangat itu laksana matahari yang mengatakan cintanya, dan purnama yang mengukir huruf-huruf dengan cahayanya.”

Sungguh Allah sangat memperhatikan semangat. Hunuslah pedang semangat itu untuk menebas pedihnya kehidupan.

“Adakah kesungguhan hingga mata yang satu melampaui yang lain, dan hari yang satu menjadi pemimpin hari yang lain.”

Sumber:

Buku La Tahzan

Cetakan ke-38 tahun 2007

Halaman 391-392

Silahkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s