Mengapa Saya “Cinta” Mengajar?

Assalamu’alaikum wr wb.

Salam kebahagiaan..^^

Latar belakang pendidikan saya adalah mahasiswa dari Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember, dengan matakuliah yang hampir 100 persen berbicara tentang politik! tetapi saya “cinta” mengajar! Kok bisa?!

Hal ini berawal dari saya mulai aktif untuk menjadi relawan tenaga pengajar di YPSM (Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat) di Jember. Saya memang tidak ada pengalaman mengajar sebelumnya tetapi program yayasan itu adalah memberikan ilmu atau mengajak belajar di sekolah alam yang didirikan di beberapa wilayah desa di Jember. Yayasan ini hanya membidik anak-anak desa yang tidak mampu. Tema untuk mengajar bebas dan terserah tetapi tentu saja harus edukatif karena setiap mengajar ada absen dan evaluasi hasil belajar mengajar.

Pertama kali saya mengajar di desa masih wilayah Jember yang letaknya di bukit dan saya tempuh dengan jarak yang lumayan jauh jika diukur dari Universitas Jember. Saya sangat gugup walaupun tidak terlalu gugup karena sebelumnya saya sudah cukup sering melatih diri untuk berbicara di depan umum dalam berbagai organisasi yang pernah saya ikuti.

Saya pertama kali mengajar anak-anak SD kelas 5 ke bawah. Namun di desa lain saya mengajar anak tingkat SMP. Sungguh menyenangkan di depan kelas mengajarkan sesuatu dan yang pastinya mengajar ilmu manfaat. Setelah mengajar untuk yang pertama kali, saya menjadi bahagia rasanya, entahlah seolah “plong” dalam hati. Saya pun menjadi semangat untuk menyiapkan materi dan membuat laporan belajar mengajar untuk kelas kecil saya dan murid-murid tercinta.

Dengan mengajar saya bisa memberikan sedikit pengetahuan saya kepada anak-anak. Selain itu yang terpenting saya bisa “berbagi” karena kebahagiaan sebenarnya jika kita bisa meringakan beban orang lain atau membantunya, termasuk memberikan ilmu. Mengajar memang memaksa diri untuk lebih paham namun bukan berarti harus ditaktor dalam kelas. Saya sering memberikan ruang bebas untuk berpendapat dengan diarahkan dengan cara yang baik. Mata pelajaran yang senang saya berikan adalah dengan bermain sambil belajar jadi di luar ruangan, yah..terasa lebih menyenangkan saja dan membuat lebih dekat dan komunikatif dengan anak-anak.

Sebenarnya mengajar itu lebih membuat kita semakin pintar dan mendapatkan ilmu atau hikmah kehidupan dari murid yang kita didik walaupun mereka masih kecil. Jangan pernah meremehkan anak-anak karena dari sana mungkin kita bisa memperoleh ilmu manfaat dan makna kehidupan yang sejati. Resapilah nikmatnya mengajar, insyaAllah bisa membawa manfaat untuk kehidupan kelak di dunia dan akhirat.

Walaupun saya sudah tidak aktif lagi dalam yayasan tersebut karena urusan kampus tetapi saya berjanji dalam masa depan akan aktif dalam yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan. Bahkan kalau bisa mendirikannya. Amin ya Allah..

Berharap dengan tulisan ini, saya menghimbau bagi teman-teman untuk peduli juga kepada pendidikan.  Sekian cerita kita hari ini. Semoga bermanfaat.

(Saya di sebelah kiri memakai jilbab putih. Foto ini  diambil beberapa waktu yang lalu. Walaupun diambil dengan kamera hape amatir tetapi foto ini sangat berharga. Ini adalah kelas kecilku dan murid-murid saya yang ceria, lugu dan cerdas)

Salam Kebahagiaan..^^

Wassalam.

Oleh: Fauziah

NB: Mohon menjaga “orisinalitas’” tulisan ini. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yang “jujur”. Terima kasih.

2 thoughts on “Mengapa Saya “Cinta” Mengajar?

Silahkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s