Contoh Analisis Berita Internasional (Kasus Hukum Internasional)

Contoh berita yang diambil adalah “China Balik Tuding, AS Langgar Hukum Internasional”. Adapun isi beritanya adalah:

****

China Balik Tuding, AS Langgar Hukum Internasional

Selasa, 10 Maret 2009

BEIJING (Suara Media)  Pemerintah China menyatakan, kapal perang Amerika Serikat telah melakukan tindakan ilegal di selatan Pulau Hainan. Sebelumnya Gedung Putih memprotes kapal-kapal China yang mengganggu kapal USNS Impeccable.

Gedung Putih meminta China untuk menghormati hukum maritim internasional setelah Pentagon melaporkan ada lima kapal China, termasuk kapal perang, mengganggu kapal perang AS di perairan internasional.

“Ini merupakan tindakan yang sembrono, manuver berbahaya dman tidak professional serta melanggar hukum internasional,” ungkap Bryan Whitman, juru bicara Departemen Pertahanan AS.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS Bryan Whitman menceritakan, salah satu kapal China mendekati hingga jarak 7,5 meter ke arah kapal USNS Impeccable. Kapal AS itu didesain melakukan pengasawan, terutama terhadap kapal selam. Kapal China mencoba menghalangi kabel yang digunakan untuk mendeteksi bawah laut.

Dilaporkan stasiun televisi Hong Kong Phoenix Television dan dikutip Reuters, Selasa (10/3/2009) juru bicara kedutaan China di Washington yang tidak disebutkan namanya menolak kapal-kapalnya dianggap melanggar hukum maritim. Dia mengatakan kapal AS justru telah melakukan aktivitas survei ilegal.

“Kapal perang AS telah melakukan survei illegal di zona ekonomi eksklusif China,” kata juru bicara itu. Pihaknya meyakini, AS telah melanggar hukum laut internasional dan hukum yang berlaku di China.

Sementara Menteri Luar Negeri China belum memberikan komentar. Namun akibat insiden itu, kedua pihak meningkatkan patrolinya di Laut China, termasuk mengerahkan kekuatan udara. (okz)

Sumber: http://www.suaramedia.com

****

Maka Metode Analisis Framing (Robert N. E.) adalah:

Suara Media online menyajikan berita mengenai perselisihan antara China dan Amerika Serikat yang mana tema besarnya terkait dengan pelanggaran hukum maritim internasional. Laporan ini dipublikasikan pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2010. Adapun judulnya adalah “China Balik Tuding, AS Langgar Hukum Internasional”. Penjelasan metode analisis framing yaitu sebagai berikut:

 *Problem Identification

Berita dari Suara Media online memaparkan sebuah kasus perselisihan antara China dan Amerika Serikat. Berita ini menyoroti kasus ini sebagai masalah hukum. Beberapa alasannya adalah pertama perselisihan antara China dan Amerika Serikat adalah mengenai pelanggaran terhadap hukum maritim internasional. Berdasarkan berita tersebut dijelaskan bahwa kapal perang Amerika Serikat telah melakukan tindakan ilegal di selatan Pulau Hainan sesuai dengan pernyataan China. Sedangkan sebelumnya, sesuai dari dari laporan Pentagon, lima kapal termasuk kapal perang China menganggu kapal perang Amerika Serikat (kapal USNS Impeccable) di perairan internasional. Dalam hal ini sangat jelas bahwa terdapat sebuah pelanggaran terhadap hukum internasional. Alasan kedua adalah sumber berita yang diwancarai adalah orang yang berbicara menggunakan kerangka hukum walaupun yang berbicara adalah orang yang bukan dari latar belakang hukum (ahli hukum atau pengacara).

Judul

Isi Berita/ Wawancara

Sumber Berita

China Balik Tuding, AS Langgar Hukum Internasional Wawancara dari sumber berita yang terpercaya. Dalam hal ini juru bicara Pertahanan Departemen AS cenderung melemahkan posisi China yang bersalah. Sedangkan juru bicara Kedutaaan China di Washington (yang tidak disebutkan namanya) cenderung membela China dan menyalahkan Amerika Serikat. Brian Whitman (juru bicara Pertahanan Departemen AS) dan juru bicara Kedutaaan China di Washington yang mana tidak disebutkan namanya.

*Causal Interpretation

Penyebab masalah dalam berita Suara Media online adalah China. Berdasarkan yang dijelaskan dalam berita tersebut, China telah melakukan pelanggaran hukum maritim internasional yaitu kapal China mendekati hingga jaraknya 7,5 meter ke arah kapal USNS millik Amerika Serikat. Hal ini sesuai dengan kutipan dari berita tersebut:

“Ini merupakan tindakan yang sembrono, manuver berbahaya dan tidak professional serta melanggar hukum internasional,” ungkap Bryan Whitman, juru bicara Departemen Pertahanan AS.

Gedung Putih meminta China untuk menghormati hukum maritim internasional setelah Pentagon melaporkan ada lima kapal China, termasuk kapal perang, mengganggu kapal perang AS di perairan internasional.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS Bryan Whitman menceritakan, salah satu kapal China mendekati hingga jarak 7,5 meter ke arah kapal USNS Impeccable. Kapal AS itu didesain melakukan pengasawan, terutama terhadap kapal selam. Kapal China mencoba menghalangi kabel yang digunakan untuk mendeteksi bawah laut.

 Tindakan China tersebut memancing permasalahan yang ada. Pasalnya membuat Amerika Serikat melakukan hal yang sama yaitu melakukan pelanggaran hukum maritim internasional. Secara implisit berita tersebut menganggap tindakan Amerika Serikat sebagai  bentuk balasan terhadap China. Hal ini sesuai dengan kutipan berita tersebut:

Pemerintah China menyatakan, kapal perang Amerika Serikat telah melakukan tindakan ilegal di selatan Pulau Hainan. Sebelumnya Gedung Putih memprotes kapal-kapal China yang mengganggu kapal USNS Impeccable.

Selain itu, China tidak mau dianggap sebagai pelanggar hukum maritim internasional karena menurut China justru Amerika Serikat yang melanggar. Jika melihat dari penjelasan berita maka China terlihat mengelak dan melempar tuduhan balik Amerika Serikat. Hal ini sesuai dengan kutipan berita berikut:

Dilaporkan stasiun televisi Hong Kong Phoenix Television dan dikutip Reuters, Selasa (10/3/2009) juru bicara kedutaan China di Washington yang tidak disebutkan namanya menolak kapal-kapalnya dianggap melanggar hukum maritim. Dia mengatakan kapal AS justru telah melakukan aktivitas survei ilegal.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya penolakan China atas pelanggaran hukum maritim internasional dan tuduhan balik China kepada Amerika Serikat menjadi tidak relevan. Padahal posisi Amerika Serikat di dalam berita ini adalah korban. Walaupun dalam berita tidak dijelaskan secara eksplisit tentang hal tersebut namun dapat dilihat bahwa tindakan yang dilakukan oleh China kemudian membuat Amerika Serikat gerah dan melakukan hal yang sama. Dalam hal ini mengingat bahwa tindakan pelanggaran oleh China tidak langsung ditindaklanjuti pada ranah hukum dikarenakan China menyangkal dan menolak apabila dirinya dianggap melanggar hukum maritim internasional.

*Moral Evaluation

China sebagai penyebab masalah melakukan tindakan yang sebenarnya kurang pantas/ kurang bermoral. Berita tersebut secara implisit mengungkapkan bahwa pihak China yang tidak bertanggung jawab atas perbuatannya dan tidak mau mengakui bahwa telah melanggar hukum maritim internasional. Selain itu, secara implisit memposisikan Amerika Serikat sebagai korban dan dijelaskan bahwa kapal China termasuk kapal perang menganggu kapal perang Amerika Serikat di perairan internasional. Setelah itu Amerika Serikat yang memasuki wilayah Zona China dan dalam berita tersebut secara implisit dianggap sesuatu yang wajar-wajar saja. Mungkin saja hal tersebut adalah bentuk pembalasan Amerika Serikat kepada China karena China yang terlebih dahulu memasuki dan menganggu wilayah perairan Amerika Serikat. Selain itu, sikap China tidak mau mengakui bahwa dirinya telah melanggar hukum maritim internasional.

*Treatment Recommendation

Berdasarkan kasus perselisihan antara China dengan Amerika Serikat maka Suara Media online “merekomendasikan” agar kasus tersebut dibawa ke Mahkamah Internasional walaupun secara implisit. Ini sebagai konsekuensi logis dari melihat kasus ini sebagai masalah hukum, bukan politik atau moral yang mana tersangka adalah China sedangkan Amerika Serikat adalah korban.

Frame: Kasus China – Amerika Serikat adalah Masalah Hukum

Problem Identification Masalah hukum
Causal Interpretation China.China adalah aktor penyebab sedangkan Amerika Serikat adalah korban.
Moral Evaluation Tidak Bermoral.Tindakan Amerika Serikat adalah sebuah upaya pembalasan kepada China karena China tidak mau mengakui bahwa telah melakukan pelanggaran hukum maritim internasional yaitu pada saat kapal China menganggu kapal Amerika Serikat di perairan internasional.
Treatment Recommendation Dibawa ke mahkamah internasional

 Oleh: Fauziah

NB: Mohon menjaga “orisinalitas’” tulisan ini. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yang “jujur”. Terima kasih.

5 thoughts on “Contoh Analisis Berita Internasional (Kasus Hukum Internasional)

  1. ijin untuk meniru konsep penulisan, saya akan mencantumkan blog ini dalam laporan saya, untuk menghargai orisinalitas. terima kasih

Silahkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s