Kendalikan Nafsu “Perut”

Assalamu’alaikum wr wb.

Salam Kebahagiaan..^^

Beberapa waktu yang lalu ketika saya menjalani puasa Senin-Kamis, saya mendapati teman saya menyiapkan buka puasanya di dapur. Namun saat itu saya menjadi tertegun dan terbengong, teman saya memasak sesuatu, ternyata Mie Rebus??!! “hanya” mie rebus untuk buka puasa??!! Padahal saya tau dia juga tidak terbiasa sahur. Mie rebus untuk perut kosong seharian juga tidak baik untuk kesehatan. Saya menjadi tersentil saat itu. “Memalukan sekali..” saya sedikit marah dalam hati kepada diri sendiri. Teman saya yang yatim itu rupanya melakukan penghematan dalam kuliah karena biaya hidup terbatas.

Saya jadi “malu” sendiri karena saya secara pribadi masih tergolong boros. Masak untuk buka puasa saja saya berpikir keras tentang menu yang akan saya makan tanpa peduli orang lain di dekat kita sudah makan apa belum, ada makanan untuk buka puasa atau tidak. Bahkan saya jika ingin beli cemilan atau beli sesuatu ya tinggal beli saja, terkadang tanpa pikir panjang dengan membedakan antara “butuh” dan “ingin”.

Kejadian itu membukakan mata hati saya. Sehingga saya menjadi teringat pada buku Kang Jalal yang berjudul “The Road to Allah” yang pernah saya baca. Beliau memaparkan mengenai nafsu. Dalam hal ini, nafsu dibagi menjadi dua yaitu nafsu seks dan nafsu perut. Pemaparan untuk nafsu perut ternyata tidak sebatas berlebihan dalam makan dan minum tetapi juga boros membelanjakan sesuatu atau perilaku konsumtif. Dalam ayat Al-Qur’an Allah berfirman “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya”. (QS. Al Isra’ : 27). Allah juga berfiman dalam surah lainnya “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al An`aam : 141).

Subhanallah..Islam pun telah mengatur tentang nafsu perut. Bahkan ternyata lapar memberikan faedah pula, Rasulullah pernah bersabda “Cahaya kearifan adalah lapar, menjauh dari Allah adalah kenyang, mendekati Allah ialah mencintai fakir dan miskin dan akrab dengan mereka. Jangan kenyangkan perutmu, nanti padam cahaya hikmah dalam hatimu”. Selain itu, Rasulullah juga bersabda “Biasakan mengentuk pintu surga dengan lapar”.

Sedangkan dalam kesehatan, makan secukupnya dan melakukan puasa (keadaan lapar) bisa membersihkan tubuh dari racun yang akan dikeluarkan melalui usus, hati, ginjal, paru-paru dan kulit. Bukan hanya racun dalam makanan yang keluar tetapi racun akibat lingkungan yan tercemar.

Kemungkinan besar jika seseorang merasa cukup untuk makan secara wajar dan berpola hidup sederhana dan apa adanya maka dia juga akan terdorong untuk berhemat yaitu dengan membeli kebutuhan barang yang  “hanya” diperlukan bukan yang diinginkan. Mengapa saya menekankan hal ini? karena ketika kita melakukan pemborosan, kita tidak menyadari bahwa ada orang yang lebih  membutuhkan di luar sana bahkan untuk mencari sesuap nasi mereka susah. Rasulullah bersabda “Seorang yang beriman tidak akan kekenyangan, sedangkan tetangganya dalam keadaan lapar.” Nabi Yusuf as juga mengatakan “Aku takut kenyang dan melupakan orang yang lapar”.

(sumber gambar: blog.ub.ac.id)

Nah..apakah kita akan masih melakukan sikap yang berlebihan untuk memenuhi nafsu perut? Alangkah indahnya jika sebagaian makanan dan harta kita diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Sungguh agama islam itu sangat indah karena memperdulikan kepentingan umat dari semua segi kehidupan. Sekarang cobalah lihat saudara di sekitar kita dan bukalah mata hati untuk berbagi kepada sesama. Mari berbagi dengan hati yang ikhlas untuk mengharap ridha Allah.

Sekian cerita kita hari ini. Semoga bermanfaat.

Salam Kebahagiaan..^^

Wassalam.

Oleh: Fauziah

NB: Mohon menjaga “orisinalitas’” tulisan ini. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yang “jujur”. Terima kasih.

Silahkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s