Review Kuliah Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik dalam “Konsep Damai”

Apa itu “Damai”?

Negative Peace :    Tidak ada perang, tidak ada konflik, tidak konflik kekerasan (kondisi damai level terendah)

Positive Peace    :    Harmoni, keadaan yang terbaik, kondisi berkualitas. Implementasi adalah diplomasi multi jalur.

Contoh Kasus dalam Analisis Konsep Damai “Jika Ada Sebuah Negara yang Berdaulat Tetapi Ada Masalah Mengenai Kemiskinan dan Kelaparan di Negara Tersebut”

Negative Peace :    “Sudah damai” karena tidak ada perang dalam negara tersebut dan tidak ada konflik dalam negara tersebut.

Positive Peace    :    “Belum damai” karena kondisi yang belum harmoni dan sejahtera masyarakatnya walaupun negara sudah berdaulat.

Pengertian “Damai” Menurut Rummel

Negative Peace :    An order/ social contract that is at the cost of one’s interests, dignity or self-esteem; an order  characterized by exploitation, repression, tyranny. ( Sebuah aturan/ kontrak sosial yang merupakan hasil dari            penyesuaian kepentingan; aturan/ kontrak sosial ini terjadi karena ada ekploitasi, represi dan tirani). Hanya kondisi damai yang terbebas dari kekerasan.

Positive Peace    :    An order which will gratify many of one’s central values, especially self-esteem and in doing so provide happiness, satisfaction and  justice. ( Aturan yang menyangkut nilai-nilai yang ingin dicapai seseorang yang mana bisa membuat orang tersebut bahagia, puas dan merasa adil). Di sisni dijelaskan bahwa perdamaian tidak hanya berasal dari kekerasan tetapi juga damai/ ketenangan pikiran. Ex. Hak- hak individu di suatu negara dalam mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup. 

Peace

  • Peace adalah kontrak sosial yang berasal dari balance of power (kepentingan, kapabilitas, keinginan).
  • Seperti kontrak sosial, kedamaian bisa implisist dan eksplisit.
  • Peace membentuk harapan dari spesifikasi balance of power maka dari itu kontrak sosial sehingga ada kerjasama dan hidup damai berdampingan.
  • Terbentuk dari proses karena pemaknaan yang sama.
  • Kontrak sosial dan kedamaian seperti itu, adalah tahapan proses penyesuaian sosial antara psikologis individu.
  • Damai dalam suatu kondisi sosial berbeda-beda antara satu dengan yang lain.
  • Tidak ada konflik, ada keteraturan, hukum dan seterusnya.
  • Pemaknaan peace yang berbeda-beda berarti ada konstruk tertentu untuk menciptakan maksud dari pencapaian damai tersebut.

Implementasi

Dalam Level Nasional

  • Meningkatkan partisispasi politik masyarakat (Hutington). Keterlibatan rakyat dalam ikut serta membuat kebijakan dan keputusan negara.
  • Meningkatkan distribusi horizontal (antara lembaga-lembaga yaitu eksekutif, legeslatif dan yudikatif à Trias Politika) dari kekuasaan pemerintah agar mencapai keseimbangan kekuasaan.
  • Desentralisasi power (vertikal). Ada pembagian kekuasaan untuk pemerintah/ otonomi daerah.
  • Menjamin kebebasan pilihan dan mobilitas warga negara/ grup.
  • Menurunkan kontrol dan intervensi pemerintah dalam ekonomi dan sosial.

Dalam Level Internasional

  • Menfasilitisasi hak untuk melakukan perubahan.
  • Memberi bantuan kepada negara-negara (untuk merdeka dan determinasi).
  • Meningkatkan penciptaan kedamaian dunia.
  • Meningkatkan representasi orang-orang dalam PBB.
  • Mentransfer monopoly of force dalam PBB.

Oleh: Fauziah

NB: Mohon menjaga “orisinalitas’” tulisan ini. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yang “jujur”. Terima kasih.

Silahkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s