Manajemen dan Kepimpinan (Analisis Dalam Film Master and Commander)

KEPEMIMPINAN

Dalam suatu manajemen sangat dibutuhkan kepemimpinan dari seorang pemimpin yang berpengaruh agar tujuan manajemen dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Maka muncul dibenak kita pengertian dari kepemimpinan. Kepemimpinan pada dasarnya membutuhkan suatu kekuasaan yaitu proses yang melibatkan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam memberikan suatu motivasi dalam berkerja keras dan terus bersemangat dalam mencapai tujuan manajemen yang telah disepakati. Sayangnya terkadang sebuah kekuasaan dalam sebuah kepemimpinan sering kali disalahartikan oleh penguasa atau pemimpin. Misalnya pada film Master and Commander bahwa si Kapten kapal dengan kekuasaaan dan ambisinya terkadang tidak memperdulikan kemampuan awak kapal juga kapal kunonya yang mana kenyataannya kualitasnya lebih rendah daripada musuh. Dia terkesan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan tanpa memandang awak kapal yang lainnya yang sejak awal sudah sadar dengan ketidakmampuan tersebut. Harusnya lebih dianalisis lagi kekurangan kelompok dan berusaha juga menganalisis kelebihan musuh serta berusaha mengembangkan diri bersama-sama. Tetapi karena dia merasa berkuasa maka dia terkesan seenaknya.

Terkait dengan motivasi yang berhubungan dengan kepemimpinan juga timbul pertanyaan. Apa yang dimaksud dengan motivasi itu? Mengapa seorang pemimpin harus mempunyai motivasi? Motivasi adalah semua hal fisik, verbal atau psikologis yang dilakukan seseorang sehingga membuat orang lain melakukan hal yang sama. Dan seorang pemimpin itu sendiri harus mempunyai motivasi artinya dia mampu memberikan motivasi terhadap orang lain yang ada di sekitarnya. Motivasi yang diberikan seorang pemimpin terhadap bawahannya akan berpengaruh terhadap kinerja bawahannya. Motivasi dapat berbentuk pujian, rasa kepercayaan atasan terhadap bawahannya yang diungkap lewat pengakuan di depan bawahan yang lain, penghargaan tertentu atas tindakan yang membanggakan, ucapan terima kasih untuk pekerjaan yang ekstra, keyakinan dan pemberian semangat dalam melakukan pekerjaan dan masih banyak yang lain.

Kepemimpinan dapat bersumber dari sifat dasar seseorang seperti ketangkasan, keberanian, kecerdasan, kecepatan dalam mengambil keputusan dan mengenal dirinya. Sumber lain yaitu adanya unsur keturunan, senioritas, kekuatan magis, prestise bahkan kondisional pada situasi tertentu. Misalnya pada film Master and Commander bahwa salah satu Letnan yang bertugas di sana dianggap kurang becus karena dia tidak memiliki rasa kepercayaan diri, ragu-ragu dalam bertindak dan terlalu lemah dalam mengahadapi situasai sehingga dia mudah terombang-ambing oleh pikirannya padahal dalam prakteknya seorang pemimpin harus teguh pendirian serta percaya diri. Hal tersebuit terjadi mungkin karena memang ada beberapa sumber kepempimpinan yang tidak ada dalam dirinya.

a)   Gaya Formal

“Seorang pemimpin dalam menyuruh sesuatu dilakukan dengan tegas, tanpa basa-basi dan sering kali menggunakan bahasa yang baku dan terkesan serius dalam pengucapan kata.”

Misalnya pada film Master and Commander bahwa gaya kepemimpinan tersebut muncul pada saat si Kapten kapal menyuruh menembakkan meriam pada kapal musuh dengan menggunakan aba-aba tertentu dan pada saat memperbaiki kapan si Kapten juga dengan tegas menyuruh para awak kapalnya. Selain itu gaya kepemimpinan tersebut dapat juga ditemukan pada saat terjadi pelanggaran yaitu pelecehan yang dilakukan awak kapal terhadap Letnan kapal kemudian si Kapten dengan tegas menyuruh menghukum awak kapal tersebut.

b)   Gaya Non Formal

“Seorang pemimpin dalam menyuruh sesuatu dilakukan dengan biasa saja dan tidak terlalu tegas. Kadang-kadang mengunakan basa-basi (dapat berupa lelucon) dan sering kali memakai bahasa yang tidak baku tetapi tanpa mengurangi maksud atau isi dari perintah tersebut.”

Misalnya dalam film Master and Commander yaitu pada saat si Kapten memberi perintah pada semua Letnan di meja makan,  perintah tersebut dibumbui dengan gurauan. Pada kesempatan lain si Kapten sering mengunakan lelucon juga untuk awak kapalnya. Walau hal ini lumayan sering terjadi tetapi nyatanya substansi perintahnya tidak bias dan dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini tentunya menciptakan image si Kapten bahwa dia tidak kaku dan tidak diktator.

(sumber gambar: entertainmentwallpaper.com)

TUJUAN MANAJEMEN

Apa yang dimaksud dengan tujuan manajemen? Tujuan manajemen adalah suatu hal yang ingin diraih bersama-sama oleh sekelompok orang dengan usaha tertentu. Tujuan berhubungan dengan hal yang sifatnya untuk kepentingan bersama bukan pribadi jadi sifatnya umum. Tentunya apapun yang dilakukan oleh pemimpin dalam suatu organisasi harus memprioritaskan pada kepentingan bersama. Misalnya dalam film Master and Commander si Kapten rela mengorbankan satu nyawa awak kapal yang tenggelam demi menyelamatkan seluruh awak kapal yang lain.

Menurut Stephen Robbins mengemukakan bahwa tujuan organisasi ke luar adalah memenuhi kepuasan masyarakat dan kesejahteraan sosial  sedangkan tujuan organisasi ke dalam adalah sebagai berikut :

a)   Mendapatkan keuntungan (profitbality)

Semua organisasi memerlukan keuntungan yang wajar supaya dapat menanam kembali modalnya.

b)   Pertumbuhan (Growth)

Pertumbuhan yang dimaksud adalah anggaran biaya, keuntungan, jumlah pegawai dan organisasi.

c)    Perluasan Pasar

Perluasan hasil produksi sangat penting terutama dalam keadaan tidak terdapatnya monopoli.

d)   Kepemimpinan

Kepemimpinan yang dimaksudkan adalah sumber inovasi dan pembaharuan dalam penciptaan produk dan jasa.

e)   Produktivitas

Dalam hal ini adalah mampu memproses masukan (input) menjadi keluaran (output) yang bermutu dengan biaya serendah-rendahnya.

Robbins menekankan bahwa tujuan ke dalam harus sejalan dengan tujuan ke luar organisasi. Misalnya walaupun mencari untung tetapi tetap  mampu mendedikasikan diri kepada masyarakat.

Tujuan tidak mungkin tercapai apabila fungsi dari manajemen tidak telaksana dengan baik. Fungsi manajemen antara lain adalah yang kita kenal dengan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Directing, Controlling). Planning yang dimaksudkan adalah penentuan tindakan dalam mencapai tujuan yang terdiri dari pertanyaan 5W 1H. Organizing adalah penetapan susunan, tugas, fungsi dan kedudukan di setiap bagian dalam manajemen serta hubungan masing-masing bagian tersebut / pengelompokan dan penetapan tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab agar berhasil mencapai tujuan yang ditentukan. Actuating adalah pemberian pengarahan dan bimbingan yang terkait dengan tugas dari masing-masing bagian pada manajemen agar tujuan awal tidak melenceng. Controlling adalah mengadakan kontol dan koreksi terhadap hal-hal yang terkait dengan upaya dalam pencapaian tujuan.

Unsur-unsur dalam manajemen merupakan bagian yang penting juga dalam pencapaian tujuan. Unsur tersebut adalah Man, Material, Machine, Method, Money dan Market. Bahan atau masukan (input) yang mana nantinya akan diproses sehingga menghasilkan output atau tujuan yang diinginkan.

Bagannya :

INPUT–>PROSES–>OUTPUT

Misalnya dalam film Master and Commander tujuannya adalah mengalahkan kapal Acheron yaitu kapal Prancis. Tujuan tersebut tercapai karena si Kapten telah melaksankan fungsi manajemen dengan baik dan dia berupaya juga menyediakan unsur-unsur manajemen.

PENGORGANISASIAN

Arti dari pengorganisasian adalah keseluruhan aktivitas manajemen dalam mengelompokkan / pembagian orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas-aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Hal ini tentu saja sangat terkait dengan pembagian kerja yang tepat (sesuai dengan kemampuan dan minat)  agar kinerja menjadi semakin efektif dan efisien. Oleh karena itu harus dilakukan analisis pekerjaan. Analisis pekerjaan adalah proses mengumpulkan informasi mengenai suatu pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja, yang dilaksanakan dengan cara mengamati atau mengadakan interview terhadap pekerja, dengan bukti-bukti yang benar dari supervisor.

Selain masalah pembagian kerja yang tepat maksud dari pengorganisasian adalah adanya penggunaan sumber daya alam yang efektif dan efisien.

Misalnya dalam film Master and Commander terdapat pembagian kerja yang tepat dan pemanfaatan sumber daya alam juga optimal walaupun jumlah sumber daya alamnya lebih sedikit dari musuhnya tetapi mampu mensiasatinya.

MEKANISME KONTROL (EVALUASI)

Mekanisme kontrol (evaluasi) adalah mengadakan penilaian dan sekaligus koreksi sumber daya alam dan hal-hal yang dilakukan oleh pekerja sesuai atau tidak dengan rencana dan tujuan yang sudah ditetapkan bersama.

Metode evaluasi pekerjaan :

a)   Menganalisis semua pekerjaan yang ada dalam organisasi.

b)   Seleksi faktor-faktor nilai pekerjaan yang ada dalam organisasi.

c)    Pertimbangan faktor-faktor nilai pekerjaan sehingga nilai paling maksimal bagi suatu pekerjaan adalah 100.

d)   Kembangkan tingkat kualitas masing-masing faktor nilai pekerjaaan tersebut dan berikan point pada masing-masing tingkat kualitas yang ada dalam setiap job worth factor (skill), working conditions (tingkat resiko, bahaya dan menyenangkan tidaknya) dan responsibility.

e)   Tetapkan besarnya pembayaran dan pemberian pembayaran yang relistis pada pekerjaan-pekerjaan dengan dibandingkan dengan pasar, parameternya adalah pekerjaan yang serupa.

Evalusi dalam sumber daya alam adalah apakah sudah optimal pemakaian dan hemat? Apakah tujuan tetap mampu dicapai? Berapa besar kerugian dan keuntungan?

Misalnya dalam film Master and Commander setiap selesai berperang selalu diadakan evaluasi tentang jumlah awak kapal yang meninggal, jumlah peluru yang digunakan dan sisanya juga tidak kalau pentingnya adalah analisis kerusakan kapal bagian mana saja dan mengevalusi jalannya peperangan tentang kekurangan dan kelebihan.

 DAFTAR PUSTAKA

Fahtoni, Abdurrahmat. 2006. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta

Gomes, Faustino. C. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi

Kadarman, M. A. & Udaya, Yusuf. 1992. Pengantar Ilmu Manajemen. Jakarta: PT Prehallindo

Manullang, M. 1981. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia

Stevenson, Nancy. 2001. Seni Memotivasi. Yogyakarta: Andi

Oleh: Fauziah

NB: Mohon menjaga “orisinalitas’” tulisan ini. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yang “jujur”. Terima kasih.

Silahkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s