Saatnya Kita Intropeksi Diri Memakai Sosial Media

Assalamu’alaikum wr wb.

Salam kebahagiaan..^^

Saya memutuskan posting tulisan ini karena menanggap sangat penting. Ini berkaitan dengan aktivitas kita di dunia maya. Beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca TL Twitter salah satu ustad yang kondang di Indonesia dan menemukan sesuatu yang membuat saya intropeksi diri sangat keras.

Nah… isinya kurang lebih mengingatkan sikap kita saat memanfaatkan sosial media yang kurang bijak atau bahkan bisa dibilang tidak bijak sama sekali. Sekali lagi, beliau menegaskan kebiasaan kebanyakan manusia masa kini yang selalu ingin tahu isi Twitter/ Facebook/ Istagram/ Path/ Google Plus dll orang lain bahkan sampai ajeg melihat history profil orang lain di sosial media tersebut dengan sangat teliti sehingga muncul prasangka dan praduga yang pada akhirnya berakhir dalam pergunjingan sengit. Entah dengan alasan apa orang menjadi kepo banget dengan kehidupan orang lain sampai setia mengikuti perkembangan orang tersebut.

Social-Media-Icons

Namun si pemakai sosial media ini juga ada yang selalu ingin up date dengan melaporkan semua kegiatannya (meskipun banyak yang tidak penting) dalam sosial media milik pribadi.  Sadar apa tidak, jika diantara kita, waktunya lebih banyak terbuang di depan lap top/ komputer atau alat lain untuk mengakses sosial media tersebut??

Nah.. kapan ada waktu membuka dan membaca Al-Quran?? meneliti isinya?? menghafalnya?? mengkajinya?? lalu bandingkan dengan waktu untuk silaturahmi dan komuniasi dengan keluarga/ teman? mengikuti forum ilmu atau pengajian? melahirkan buah pikiran dengan menulis? membaca buku-buku? belajar hal lain yang manfaat? Coba renungkan kembali kemana waktu kita selama ini yang hilang? apakah sia-sia belaka? Mau dibawa kemana nasib umat jika kita tidak bisa mengubah kebiasaan ini semua?? Ingat…. setiap waktu yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat..

Tulisan ini bukan untuk menghakimi seseorang atau siapapun tetapi bersifat  pengingat  saja kepada siapapun terutama saya. Sekali lagi, bukan berarti melarang memakai sosial media tetapi boleh saja asalkan dengan bijak misalnya ingin mengetahui perkembangan umat islam di Indonesia dan luar negeri atau mencari informasi yang benar-benar manfaat untuk kemajuan umat dan kebaikan diri sendiri maupun orang lain. Contoh lainnya jika ingin up date sesuatu juga kalau bisa dipikir dulu sebelum menulis dan harus bermanfaat misalnya bersifat informasi atau motivasi dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan.

Saya pun sadar bahwa saya tidak sempurna tetapi semoga lewat tulisan ini bisa bermanfaat bagi pribadi maupun orang lain. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh salah satu comic dalam stand up comedy Indonesia bahwa skema orang Indonesia yaitu dari “anak-anak” menuju “remaja” lalu “jadi alaaaaaayyyyyy!!!” barulah “dewasa” jadi setiap orang pasti pernah mengalami masa alay  dalam hidupnya baik dalam menghadapi masalah atau menjalankan sesuatu tetapi akhirnya orang itu akan sadar dan mau belajar untuk berubah menjadi lebih baik. Apalagi fitrah manusia itu pada dasarnya baik.

Nah.. semoga kita semua diizinkan oleh Allah untuk dipercepat menjadi manusia lebih baik dalam memberikan kebaikan di dunia dan akhirat sampai ajal menjeput. Amiin..

Oleh: Fauziah

NB: Mohon menjaga “orisinalitas’” tulisan ini. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yang “jujur”. Terima kasih.

Silahkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s