Jeritan Kalbu

Mungkin itu kelabu tetapi menjadi semakin kelam dan tak terarah…

Hiasan jiwa itu pun mulai kabur dalam pandangan…

Tak kuasa menahan kemunafikan diri yang memuakkan…

Menangis dalam tawa dan senyum dalam duka…

Mencari arah kemana yang tak pasti…

Terjebak dalam lautan samudera luas tanpa batas…

Tanpa tahu kapan berakhir…

Walaupun sudah disadari jiwa akan mati dan semakin padam tanpa seberkah cahaya…

Akankah cahaya itu singgah lagi dalam relung kosongnya jiwa…

Rindu air mata yang mengalir karena lara dan bahagia…

Kesejukan jiwa dan hati sebagai pendengar kalbu Ilahi…

Dalam kegelapan ini setapak demi setapak mencoba kembali kepada-Nya…

Kerongkongan mulai haus akan mata air cinta-Mu…

Hanya itulah akhir yang paling manis dari perjalanan kalbu ini…

Dekatkanlah.. Dekatkanlah..

Teduhkanlah.. Teduhkanlah..

 

Oleh: Fauziah

NB: Mohon menjaga “orisinalitas’” tulisan ini. Semoga Allah selalu bersama orang-orang yang “jujur”. Terima kasih.

Silahkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s